06.02
Hello 2010, let's talk business.
Kutuk dan kutuk dan kutuk lagi. Lepas tu protes-protes, boikot sekejap seminggu dua.
Itu je la yang kita boleh buat selagi kita sendiri dok memaki hamun sesama sendiri. Nak tergelak pun ada bila baca “PKR kutuk serangan Israel” wtf PKR yang kutuk. Apa satu parti politik di Malaysia boleh buat? Kenapa tak suarakan kutukan tu dengan suara 1 Malaysia?
LOL.
Bunyinya macam cliche tapi memang itulah dia. Tak percaya. Macam tak percaya. Rasa baru semalam habis orientasi pakai baju batik warna ungu ke sana ke mari minta autograf senior. Bila nak reminisce balik zaman MMU ni, memori tu memang akan start dari sana.
Segala macam benda aku rasa, tengok, hidu, dengar. MMU is the best experience I had so far, and the best decision I’ve ever made. Yelah kalau nak ikutkan macam tak sengaja je masuk sini. Isi-isi borang, jilat-jilat setem, esok lusa dapat offer terus pergi tak fikir panjang. Haha. Ambik biologi konon, pure science stream konon-konon nak jadi ahlil farmasi tapi itu cerita lama.
Bila tengok balik list of friends di Facebook, dan bandingkan dulu dengan sekarang, barulah kenal yang mana intan yang mana kaca. Yang mana kayu reput yang mana kayu cengal. Yang mana fast food yang mana home cooked. Adui, macam-macam.
…
Hari tu rasa macam nak tulis panjang. Tapi itulah dia. Ya, itulah dia.
Oklah, tulis yang penting saja. Kepada semua orang yang aku kenal sejak masuk MMU – Lecturer, tutor, janitor, anneh, akak / abang HB, kawan-kawan, musuh-musuh, boss-boss – you guys have been awesome! Aku tak rasa mata aku akan terbuka seluas ini kalau aku masuk UITM, USM atau mana-mana M yang lain. Serius.
Kepada mereka yang aku ada buat salah dan silap, berhutang dan berkurang aku harap semuanya dah settle. Kalau rasa-rasa belum settle, sila settle sekarang sebab entah bila pulak la nak bertembung lagi kan. Aku rasa aku dah settlekan semua, tapi mana la tahu kot ada yang terlupa. Pada pihak aku pulak rasanya aku tak simpan apa-apa dan aku maafkan semua orang, tapi kalau buat lagi, jaga-jaga ![]()
Life is too short buddy. Life is too short. Always bersangka baik, always think about wanting to do better, be better. Let go all sorts of stupid, negative, unnecessary things because you don’t want your pasts to haunt your life forever. Just let go before it’s too late.
Kepada rakan-rakan seperjuangan, this is our time to choose our path. Biar hidup berkurang asal tak menyimpang.
ps: benda yang paling aku rindu? cybertracker..
Seorang laki-laki datang kepada Ibrahim bin Adham rahimahullah, Dia berkata: “Ya Abu Ishaq, aku sering berbuat maksiat. Katakan sesuatu kepadaku sebagai nasihat yang bisa membantuku.”
Ibrahim berkata: “Jika kamu menerima 5 perkara dan kamu mampu melakukannya, niscaya kemaksiatan tidak akan merugikanmu.”
Dia menjawab, “Katakan wahai Abu Ishaq”
Ibrahim berkata, “Pertama, jika kamu hendak bermaksiat kepada Allah ta’ala maka jangan kamu makan rizki-Nya”
Laki-laki itu berkata, “Dari mana aku makan sementara semua yang ada di bumi adalah rizki-Nya?”
Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, apakah pantas engkau memakan rizki-Nya, sementara itu engkau bermaksiat kepada-Nya?”
Laki-laki itu menjawab, “Tidak pantas. Katakan yang kedua.”
Ibrahim menjawab, “Jika kamu hendak bermaksiat kepada-Nya, maka jangan tinggal di bumi-Nya.”
Laki-laki itu menjawab, “Yang ini lebih berat. Dimana saya akan tinggal?”
Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, pantaskah engkau bermaksiat kepada-Nya, sementara engkau makan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya?”
Laki-laki itu menjawab, “Tidak pantas. Katakan yang ketiga.”
Ibrahim berkata, “Jika kamu hendak bermaksiat kepada-Nya, kamu makan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempat dimana Dia tidak melihatmu. Disitulah kamu bisa melakukannya.”
Laki-laki itu menjawab, “Wahai Ibrahim, apa ini? Mana mungkin, sementara Dia mengetahui perkara-perkara yang tersembunyi.”
Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, apakah pantas kamu makan rizki-Nya, tinggal di bumi-Nya, lalu kamu bermaksiat kepada-Nya, padahal Dia melihatmu, mengetahui apa yang kamu tampakkan dan kamu rahasiakan?”
Laki-laki itu menjawab, “Tidak. Katakan yang keempat.”
Ibrahim menjawab, “Jika Malaikat maut datang kepadamu untuk mencabut nyawamu, maka bilang kepadanya, “Nanti dulu, aku mau bertaubat dengan benar-benar dan beramal kerana Allah.”
Laki-laki itu berkata, “Dia tidak mungkin akan menerima.”
Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, jika engkau tidak mampu menolak malaikat maut supaya engkau bisa bertaubat dan engkau mengetahui bahwa jika dia mendatangimu dia tidak memberimu kesempatan, lantas bagaimana engkau berharap selamat?”
Laki-laki itu berkata, “Katakan yang kelima?”
Ibrahim berkata, “Jika malaikat Zabaniyah mendatangimu pada hari Kiamat untuk menyeretmu ke Neraka, maka jangan engkau menurutinya.”
Laki-laki itu berkata, “Mereka tidak akan membiarkanku dan tidak akan menerimaku.”
Ibrahim bertanya, “Bagaimana engkau bisa berharap selamat?”
Laki-laki itu berkata, “Ya Ibrahim, cukup..cukup.., aku meminta ampun dan bertaubat kepada Allah.”
Laki-laki itu benar-benar memenuhi janji taubatnya. Dia rajin beribadah dan menjauhi maksiat sampai dia meninggal dunia.
Dimbil dari “Mausu’ah Qishashis Salaf”, edisi bahasa Indonesia “Ensklopedi Kisah Generasi Salaf” karya Ahmad Salim Baduwailan, penerbit Elba
[via rizaldp]
Serius. Blog ni dah nak mampus. Haih. Dulu masa sibuk dok fikir la esok-esok dah free takde assignment nak buat itu, nak buat ini. Sekarang dah terlentang masa lapang depan mata mula la asyik nak tidur pagi petang siang malam.
Punya la dok banyak draft dalam kepala nak tulis pasal MMU konon, pasal universiti konon, pasal assignment konon. Kini draft hanya tinggal draft. Kekekek.
Tapi tak apa. Fasa sekarang ni ialah fasa perancangan. Plan kena kebal baru boleh mara dengan jitu. Kalau plan asyik lompong sana-sini esok lusa kena patah balik kan dah susah buang masa tenaga segala.
Ini ada video nak share sikit.